Membangun Kemandirian
dulu... waktu aku masih tpb, aku magang di PTQ mata' (sekarang udah jadi QTa alias quantum tarbiyah). subhanallah, emang anak hidup dalam lingkungan mata' yang serba kondusif. banyak akhawat yang mengalami percepatan selama 'tinggal' di mata'. menjelang akhir periode magang, diadakan sebuah taujih. aku gak inget persis apa judul taujihnya. yang pasti saat itu yang ngisi akh rully barlian. beliau menekankan pentingnya kemandirian. kalo kita sangat ketagihan dengan taujih -tiap mau ngapa-ngapain musti ditaujih dulu - bagaimana jadinya dawah? muwajih tidak selamanya ada. apakah jika kita tidak menemukan muwajih kita akan berhenti berdawah? atau jadi loyo? bla bla bla bla...
dulu ... aku gak ngerti apa yang beliau omongin. abstrak... karena saat itu semua serba difasilitasi. bentar-bentar taujih, ta'lim ,daurah, tausiyah, konsesus... sepertinya ... gak mungkin deh ada masa gak ada taujih
sekarang... aku mengerti... memang semua fasilitas itu akan tetap ada. tapi keberadaan fasilitas-fasilitas itu harus diadakan oleh kita sendiri.bukan lagi saatnya menunggu ada undangan hadir taujih, tapi sekarang saatnya mengundang orang lain untuk bersama-sama menghadiri taujih.
sekarang... aku melihat, bahwa kemandirian sangat penting untuk menjaga keimanan kita. ada saat-saat kita sendiri.menangis sendiri, tersenyum sendiri, menelan kepahitan sendiri, memikirkan sesuatu sendiri. tiada kawan selain Allah semata. ya... sekarang aku sudah 'besar', sudah harus mandiri
saatnya mengaplikaskan materi tarbiyah dzatiyah dan tarbiyah ruhiyah
inilah medan amal sesungguhnya....


Bagus
Posted by: Galih | June 19, 2006 05:34 AM